Leave Your Message
Benfotiamine: Vitamin B1 Larut Lemak dengan Bioavailabilitas Tinggi dari Pemasok & Pabrik di Cina
Produk Terlaris

Benfotiamine: Vitamin B1 Larut Lemak dengan Bioavailabilitas Tinggi dari Pemasok & Pabrik di Cina

Benfotiamine adalah turunan vitamin B1 yang larut dalam lemak yang memiliki bioavailabilitas dan bioaktivitas superior—sekitar 3,6 kali lebih besar daripada vitamin B1 standar yang larut dalam air. Formulasi unik ini secara signifikan meningkatkan penyerapan dan efektivitas vitamin B1, menjadikannya pilihan yang sangat baik bagi mereka yang mencari manfaat kesehatan yang lebih baik. Sebagai pilihan utama di antara konsumen yang sadar kesehatan, produk benfotiamine kami bersumber dari pemasok terpercaya di Tiongkok dan diproduksi di pabrik canggih kami, memastikan kualitas dan khasiatnya. Temukan keunggulan benfotiamine hari ini dan tingkatkan rutinitas kesehatan Anda!
  • CAS: 22457-89-2

C19H23N4ITU6PS
Struktur Kimia Benfotiamin

Keterangan

Sebagai turunan sintetis vitamin B1 (tiamin), benfotiamin secara signifikan melampaui vitamin B1 biasa dalam hal bioavailabilitas, penargetan, dan kemanjuran klinis melalui optimasi struktur dan peningkatan farmakokinetik. Keunggulan spesifiknya adalah sebagai berikut:

1

Inovasi Struktural: Modifikasi Larut Lipid Mengatasi Keterbatasan Penyerapan

Vitamin B1 biasa (tiamin) adalah molekul yang larut dalam air yang bergantung pada pembawa yang bergantung pada natrium di usus (ThTr1/2) untuk transportasi aktif. Vitamin ini memiliki tingkat penyerapan yang rendah (

Benfotiamine diubah menjadi prodrug yang larut dalam lipid dengan memasukkan gugus benzoil dan fosfat (rumus struktur C19H23N4ITU6PS), yang dapat melewati batasan pembawa dan langsung menembus sel mukosa usus melalui difusi pasif.
>80% Efisiensi Penyerapan
3–5 kali Bioavailabilitas vs. Vitamin B1 Biasa
Tingkat Penyerapan B1 Biasa

Referensi: J Clin Pharmacol, 2008

2

Keunggulan Farmakokinetik: Efek Jangka Panjang dan Penargetan Jaringan

Vitamin B1 biasa memiliki waktu paruh yang singkat dalam darah (sekitar 3,5 jam) dan mudah dibersihkan dengan cepat oleh ginjal. Benfotiamin dihidrolisis menjadi tiamin aktif oleh fosfatase dalam tubuh dan selanjutnya diubah menjadi tiamin pirofosfat (TPP). Kelarutan lipidnya membuatnya lebih mudah terakumulasi dalam lapisan fosfolipid membran sel, sehingga memperpanjang durasi kerjanya.

>6 jam Waktu Paruh Benfotiamin
3,5 jam Waktu Paruh Vitamin B1 Biasa
8–10 kali Penetrasi Sawar Darah-Otak vs. B1

Kemampuannya untuk menembus sawar darah-otak dan selubung saraf adalah 8–10 kali lipat dari vitamin B1 biasa, dan dapat bekerja secara efektif pada sistem saraf pusat dan perifer.

Referensi: Neurochem Res, 2016

3

Regulasi Metabolisme: Inhibisi Multitarget terhadap Kerusakan Glukotoksik

Dalam lingkungan hiperglikemik, vitamin B1 biasa sulit untuk secara efektif menghambat jalur metabolisme glukosa abnormal karena permeabilitas jaringan yang buruk. Benfotiamine menunjukkan keunggulan unik melalui mekanisme berikut:

  • Memblokir Generasi AGEs: Menghambat jalur heksosamin dan poliol, mengurangi akumulasi produk akhir glikasi lanjut (AGEs), dan meringankan kerusakan akson pada neuropati diabetik. (Diabetes, 2010)
  • Antiinflamasi & Antioksidan: Menurunkan aktivitas inflammasom NF-κB dan TXNIP/NLRP3, mengurangi faktor inflamasi seperti IL-6 dan TNF-α, sekaligus meningkatkan aktivitas glutathione reduktase dan mengurangi stres oksidatif.
  • Perlindungan Mitokondria: Mengembalikan fungsi kompleks piruvat dehidrogenase (PDH), meningkatkan efisiensi siklus asam trikarboksilat, dan mengurangi akumulasi asam laktat.
4

Efektivitas Klinis: Toleransi Dosis Tinggi dan Perbaikan Mendalam

Vitamin B1 biasa membutuhkan dosis yang sangat tinggi (≥300 mg/hari) untuk mengobati neuropati diabetik, tetapi kemanjurannya terbatas karena laju penyerapannya. Benfotiamine dapat secara stabil meningkatkan konsentrasi TPP jaringan dalam kisaran dosis 150–600 mg/hari.

+2,1 m/s Kecepatan Konduksi Saraf vs. Plasebo
–40% Penurunan Skor Nyeri VAS
0 Laporan Toksisitas Hati/Ginjal

Referensi: Diabetes Care, 2005

5

Stabilitas dan Kompatibilitas Sediaan

Benfotiamine secara signifikan lebih stabil daripada vitamin B1 biasa dalam lingkungan asam (pH 2,0–4,0):

Laju Degradasi Benfotiamin (pH 2,0–4,0)
>30% Tingkat Degradasi B1 Biasa (Kondisi yang Sama)
Kompatibel dengan berbagai multivitamin atau sediaan obat. Sifatnya yang larut dalam lipid mendukung pengembangan sistem penghantaran seperti nanoemulsi dan liposom, sehingga semakin meningkatkan efisiensi penghantaran yang ditargetkan.
?
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Pertanyaan 1 Apa yang membuat benfotiamine berbeda dari vitamin B1 biasa (tiamin)?
Benfotiamine adalah turunan sintetis tiamin yang larut dalam lipid. Tidak seperti vitamin B1 biasa, yang bergantung pada pembawa yang bergantung pada natrium untuk penyerapan dengan tingkat kurang dari 5%, benfotiamine melewati pembawa ini dan berdifusi secara pasif melalui sel-sel mukosa usus, mencapai efisiensi penyerapan lebih dari 80% dan bioavailabilitas 3–5 kali lipat dari B1 biasa.
Q2 Bagaimana benfotiamine mendukung kesehatan saraf pada pasien diabetes?
Benfotiamine menembus sawar darah-otak dan selubung saraf dengan kecepatan 8–10 kali lebih cepat daripada vitamin B1 biasa. Dalam uji klinis, telah terbukti secara signifikan meningkatkan kecepatan konduksi saraf sebesar +2,1 m/s dibandingkan plasebo dan mengurangi skor nyeri (VAS) hingga 40%, menjadikannya pilihan yang efektif untuk mengelola neuropati perifer diabetik.
Q3 Bagaimana benfotiamine membantu mengurangi kerusakan terkait gula darah (glukotoksisitas)?
Benfotiamine bekerja melalui berbagai mekanisme: ia menghambat pembentukan produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) dengan menghambat jalur heksosamin dan poliol, mengurangi peradangan dengan menurunkan regulasi NF-κB dan TXNIP/NLRP3, dan melindungi fungsi mitokondria dengan memulihkan aktivitas kompleks piruvat dehidrogenase (PDH) — yang semuanya membantu melawan kerusakan sel yang disebabkan oleh glukosa.
Q4 Apakah benfotiamine aman dalam dosis tinggi?
Ya. Studi klinis menunjukkan bahwa benfotiamine dapat digunakan dengan aman dalam kisaran dosis 150–600 mg/hari, tanpa laporan kasus toksisitas hati atau ginjal. Sebaliknya, vitamin B1 biasa membutuhkan dosis ≥300 mg/hari untuk mencapai efek terapeutik yang serupa, dengan efisiensi yang jauh lebih rendah dan risiko ekskresi ginjal yang lebih besar sebelum mencapai jaringan target.
Q5 Seberapa stabil benfotiamine dibandingkan dengan vitamin B1 biasa dalam kondisi asam?
Benfotiamine jauh lebih stabil dalam lingkungan asam (pH 2,0–4,0), menunjukkan tingkat degradasi kurang dari 5%, dibandingkan dengan lebih dari 30% untuk vitamin B1 biasa dalam kondisi yang sama. Stabilitas yang lebih baik ini membuatnya lebih cocok untuk diformulasikan ke dalam multivitamin dan sediaan farmasi.
Q6 Jenis sistem penghantaran obat apa yang kompatibel dengan benfotiamine?
Berkat sifatnya yang larut dalam lipid, benfotiamine kompatibel dengan berbagai formulasi termasuk tablet standar, kapsul, kompleks multivitamin, serta sistem penghantaran canggih seperti nanoemulsi dan liposom. Sistem ini selanjutnya meningkatkan efisiensi penghantaran yang ditargetkan dan hasil terapeutik.