Leave Your Message
Benfotiamin Vitamin B1 yang larut dalam lemak Vitamin B1 yang larut dalam lipid
Vitamin & turunannya

Benfotiamin Vitamin B1 yang larut dalam lemak Vitamin B1 yang larut dalam lipid

Sebagai turunan yang larut dalam lipid, benfotiamin adalah bentuk vitamin B1 dengan bioavailabilitas dan bioaktivitas tertinggi (sekitar 3,6 kali lipat dari vitamin B1 biasa), yang meningkatkan bioavailabilitas rendah dari vitamin B1 larut air biasa.

  • CAS: 22457-89-2

C19H23N4ITU6PS

1

Keterangan

Sebagai turunan sintetis vitamin B1 (tiamin), benfotiamin secara signifikan melampaui vitamin B1 biasa dalam hal bioavailabilitas, penargetan, dan kemanjuran klinis melalui optimasi struktur dan peningkatan farmakokinetik. Keunggulan spesifiknya adalah sebagai berikut:

1. Inovasi struktural: modifikasi yang larut dalam lipid mengatasi keterbatasan penyerapan.

Vitamin B1 biasa (tiamin) adalah molekul yang larut dalam air yang bergantung pada pembawa yang bergantung pada natrium di usus (ThTr1/2) untuk transpor aktif. Vitamin ini memiliki tingkat penyerapan yang rendah (

2. Keunggulan farmakokinetik: efek jangka panjang dan penargetan jaringan.

Vitamin B1 biasa memiliki waktu paruh yang singkat dalam darah (sekitar 3,5 jam) dan mudah dibersihkan dengan cepat oleh ginjal. Benfotiamin dihidrolisis menjadi tiamin aktif oleh fosfatase dalam tubuh dan selanjutnya diubah menjadi tiamin pirofosfat (TPP). Kelarutan lipidnya membuatnya lebih mudah terakumulasi dalam lapisan fosfolipid membran sel, memperpanjang durasi kerjanya (waktu paruh > 6 jam). Pada saat yang sama, kemampuannya untuk menembus sawar darah-otak dan selubung saraf adalah 8-10 kali lipat dari vitamin B1 biasa (Neurochem Res, 2016), dan dapat bekerja secara efektif pada sistem saraf pusat dan perifer.

3. Regulasi metabolisme: Penghambatan multi-target terhadap kerusakan glukotoksik

Dalam lingkungan hiperglikemik, vitamin B1 biasa sulit untuk secara efektif menghambat jalur metabolisme glukosa abnormal karena permeabilitas jaringan yang buruk. Benfotiamine menunjukkan keunggulan unik melalui mekanisme berikut:

Memblokir pembentukan AGEs: menghambat jalur heksosamin dan poliol, mengurangi akumulasi produk akhir glikasi lanjutan (AGEs), dan mengurangi kerusakan akson pada neuropati diabetik (Diabetes, 2010);

Antiinflamasi dan antioksidan: menurunkan aktivitas inflammasom NF-κB dan TXNIP/NLRP3, mengurangi faktor inflamasi seperti IL-6 dan TNF-α, sekaligus meningkatkan aktivitas glutathione reduktase dan meredakan stres oksidatif;

Perlindungan mitokondria: memulihkan fungsi kompleks piruvat dehidrogenase (PDH), meningkatkan efisiensi siklus asam trikarboksilat, dan mengurangi akumulasi asam laktat.

4. Efektivitas klinis: toleransi dosis tinggi dan perbaikan mendalam

Vitamin B1 biasa membutuhkan dosis yang sangat tinggi (≥300 mg/hari) untuk mengobati neuropati diabetik, tetapi kemanjurannya terbatas karena laju penyerapannya. Benfotiamine dapat secara stabil meningkatkan konsentrasi TPP jaringan dalam kisaran dosis 150-600 mg/hari. Uji klinis telah menunjukkan bahwa obat ini dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan konduksi saraf (+2,1 m/s dibandingkan plasebo) dan skor nyeri (VAS berkurang 40%), dan tidak ada laporan toksisitas hati dan ginjal (Diabetes Care, 2005).

5. Stabilitas dan kompatibilitas sediaan

Benfotiamine secara signifikan lebih stabil daripada vitamin B1 biasa dalam lingkungan asam (pH 2,0-4,0) (tingkat degradasi 30%), dan kompatibel dengan berbagai multivitamin atau sediaan obat. Sifatnya yang larut dalam lipid mendukung pengembangan sistem penghantaran seperti nanoemulsi dan liposom, yang selanjutnya meningkatkan efisiensi penghantaran yang ditargetkan.